Karena Risma didukung orang luar PDIP

Risma dan Ahmad Basarah. ©2016 Merdeka.com

indowin99 - Sebulan yang lalu LSM Gerak Indonesia mengumpulkan sekitar 30 orang mendeklarasikan dukungan agar Walikota Surabaya Tri Rismaharini hijrah ke Jakarta. Kampung Gusti Dukung Risma (K-Gris), begitu nama yang dipersiapkan untuk gerakan ini. Mereka adalah warga permukiman di Jalan Permata 15, TPI 2, Kampung Gusti, Kebon Pala, RT01/RW14 Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Dukungan kepada Risma mencuat ke permukaan sejalan dengan banyaknya penolakan atas petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di internal PDIP. Lebih dari itu, partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Kekeluargaan juga menyatakan dukungan mereka kepada Risma. Dalam simulasi politik Koalisi Kekeluargaan, Risma digadang-gadang berpasangan dengan Sandiaga Uno (Gerindra) atau Yusril Ihza Mahendra (oleh PKB).

Cerita menggalang dukungan terhadap Risma pun ternyata menjadi lain. DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan resmi mengusung petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat sebagai cagub dan cawagub DKI 2017. Keputusan mengusung kembali Ahok-Djarot ini diambil setelah rapat pleno di kediaman Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, Jl. Teuku Umar, Jakarta Pusat, Selasa (20/9) sore.

"Oh sudah-sudah. (Risma) Itu bagian dari masa lalu," kata politikus PDIP Hendrawan Supratikno kepada merdeka.com, Selasa malam.

Menurut Hendrawan, keputusan memilih Ahok dan Djarot sudah sesuai dengan masukan kader yang sejalan dengan hak prerogatif Megawati. Risma, kata Hendrawan, lebih didukung orang luar ketimbang kader PDIP. "Ibu Risma kan diusulkan oleh orang-orang di luar PDIP," jelas dia.

Sementara itu, meski sudah didukung tiga partai (Hanura, NasDem dan Golkar), Ahok masih belum puas dan terkesan menunggu keputusan PDIP. Ragam survei juga memperlihatkan adanya persaingan kuat antara Ahok dan Risma.

Dalam survei Poltracking yang terbaru misalnya, tingkat elektabilitas Risma tidak jauh berbeda dengan Ahok. Risma mengantongi 13,85 persen nilai keterpilihan, sedangkan Ahok dengan 40,77. Sementara itu nilai penerimaan di DKI, keduanya sama yakni, 64 persen.

Pro Risma minta Mega usung Risma 2016 Merdeka.com

indowin99 - Namun, menurut Hendrawan, berdasarkan empat kriteria penilaian di PDIP, Ahok pantas diusung kembali bersama Djarot ketimbang memilih Risma.

"Ada empat pertimbangan. Pertama, evaluasi kinerja hasilnya baik. Kedua, pasangan Ahok-Djarot meneruskan komitmen Jokowi-Ahok 2012. Ketiga, PDIP pluralisme, kebangsaan dst. Keempat melihat tantangan Jakarta ke depan," jelas anggota DPR ini.

Sedangkan Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PDIP Gembong Warsono mengatakan, dukungan kepada Ahok dipastikan tidak mempengaruhi kaderisasi di partai berlambang banteng moncong putih itu. Ahok dipilih berdasarkan keputusan DPP. Sementara polemik yang pernah berkembang di internal PDIP, kata dia adalah sebuah dinamika politik yang harus dilewati.

"Ada dinamika yang berkembang di DKI ya karena partai belum memutuskan," kata Gembong kepada merdeka.com.

Tak jadi maju ke DKI, Risma rupanya mempunyai tugas khusus. Dia didapuk sebagai juru kampanye nasional untuk pilkada serentak 2017. "Ya tentu saja keputusan diambil pada hari-hari terakhir ini dan itu setelah melakukan berbagai pertimbangan-pertimbangan," kata Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/9).

Sumber : merdeka.com


INDOWIN99.COM AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA INDONESIA
+Bonus Deposit, Setiap Hari : Live Poker, Capsa Susun, Qiu-Qiu, Ceme, Blackjack, Ceme Keliling
Jadi Bandar Ceme, Jadi Bandar Blackjack (21), Jadi Bandar Capsa Susun

0 Response to "Karena Risma didukung orang luar PDIP"

Posting Komentar